Monthly Archives: July 2020

Climate Communication Forum #6

CPROCOM CCF6

Sabtu 27 Juni 2020 lalu, saya mengisi salah satu sesi Climate Communication Forum, yang digagas oleh Mbak Emilia Bassar, sesama Climate Reality Leader (CRL). CRL ini adalah sebutan bagi orang-orang yang pernah mendapatkan pelatihan mengenai Perubahan Iklim dari The Climate Reality Project (TCRP) oleh Al Gore. (Saya berkesempatan bergabung saat terseleksi untuk mengikuti pelatihan di Jakarta tahun 2011). TCRP Indonesia dipimpin oleh Bu Amanda Katili, yang juga hadir dan memberikan informasi mengenai TCRPI pada sesi ini. Seluruh CRL berkomiten untuk menyampaikan pesan-pesan mengenai Perubahan Iklim ini ke komunitas dan jejaring di mana mereka berada, dan sesi Climate Communication Forum ini adalah salah satunya.

Dengan tema Cara Kreatif Kampanye Peduli Lingkungan, sesi kali ini dibuka oleh Wali Kota Bogor, dan dilanjutan dengan paparan dari tiap narasumber. Saya hadir sebagai Bandung Creative City Forum (BCCF), sehingga materi yang disampaikan sebagian besar terkait dengan cara-cara simpul komunitas ini menginisasi dan menggerakkan inisiatif komunitas secara bottom-up, terutama dalam upaya intervensi perbaikan kualitas lingkungan, namun berdampak nyata dalam skala kota hingga nasional.

CPROCOM CCF6 screenshot

Screenshot ruang Zoom dari Mbak Emilia Bassar

Slide di sini menampilkan sebagian dari materi yang saya paparkan pada sesi tersebut: pengenalan tentang BCCF, konsep dan prinsip kerja BCCF, beberapa project terkait lingkungan dan keberlanjutan pada umumnya, dll. “Kampanye lingkungan”, bagi BCCF, akan lebih efektif bila dilaksanakan dalam bentuk-bentuk kegiatan yang langsung melibatkan segala segmen masyarakat: ibu-ibu, remaja, siswa, dll., dan dikemas dalam format yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

Kegiatan ini antara lain berupa pengembangan produk lokal, intervensi ruang publik, hingga urban games dan workshop/ praktik design thinking dengan kasus-kasus nyata. Karena kampanye terbaik adalah yang berdampak nyata, dan merupakan hasil bersama.

 

P.S. Artikel mengenai sesi ini: Dorong Kepedulian Lingkungan Melalui Kampanye Tak Biasa

“Masa Cerdas” Kota Bandung

Dalam artikel ini, 5 lessons for smart cities in ASEAN: The example of Bandung, Indonesia* Bandung disebut sebagai termasuk yang terdepan di antara kota-kota di Asia Tenggara dalam hal keterlibatan teknologi dan sistem yang membawanya menjadi “Kota Cerdas”. Hal-hal penentunya adalah, antara lain, komitmen pemimpin daerah, yang didukung oleh seluruh pihak, termasuk komunitas dengan berbagai inisiatifnya yang – walaupun bersifat bottom-up – terus berupaya berdampak luas, hingga skala kota.

Bandung Blog 5

Credits: Yoshi Andrian Amtha (copyright: Future Cities Laboratory, 2020)

Bandung Creative City Forum, salah satu simpul komunitas di Kota Bandung, rutin menyelenggarakan DesignAction.bdg (DA.bdg), sebuah konferensi sekaligus workshop design thinking untuk mendapatkan solusi inovatif bagi berbagai permasalahan mendesak di Kota Bandung, dengan melibatkan Penta Helix stakeholders. DA.bdg 2015 bertema ConnectiCity, dengan fokus pada isu smart city yang kala itu sedang gencar bergaung di mana-mana. Apalagi pemerintah Kota Bandung masa itu mengeluarkan banyak kebijakan dan fasilitasi melalui media internet, aplikasi digital, dan teknologi komunikasi, seperti PPDB online, pajak online, PIPPK, dan sebagainya. Namun permasalahan di lapangan ternyata mencakup bukan sekedar akses masyarakat terhadap teknologi dan piranti yang memadai, namun juga pemahaman terhadap sistem layanan yang lumayan ‘baru’ ini, baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah sebagai operator atau pelaksananya. Sehingga DA.bdg melihat upaya mewujudkan Bandung sebagai smart city bukan hanya dari sudut pandang kecanggihan teknologi atau piranti, namun lebih kepada keterhubungan antara pemerintah dan masyarakat, kebijakan dan implementasinya, serta antar unsur dalam masyarakat itu sendiri, melalui bantuan dan sistem yang tepat guna.

Dalam kurun waktu sekian tahun sejak itu, komuntas pun berinsiatif untuk menyusun strategi yang dapat menghubungkan antara gerakan bottom-up dengan penilaian kinerja pemerintah, berdasarkan mindset ekosistem ekonomi kreatif. Dalam upaya ini, Bandung pernah mengalami “masa cerdas” yang cukup menyeluruh. Bukan hanya menjalani keseharian dengan “aman”, tapi juga melakukan berbagai  inovasi pemerintahan dan program-program yang berdampak nyata, dengan melibatkan partisipasi warga/ komunitas secara aktif.

Ayo bikin Bandung lagi!

*This article leverages the methodology and the findings of the research project “Translating Smart Cities and Urban Governance in ASEAN” led by the Future Cities Laboratory (FCL) – Singapore ETH Centre and the NUS-Lee Kuan Yew School of Public Policy (2019-2020), focusing on the development of three smart cities in Indonesia: Bandung, Jakarta and Makassar.

It’s Good to Talk, Show 5

Tanggal 10 Juni lalu, saya diajak ngobrol-ngobrol melalui Zoom yang disalurkan juga sebagai program radio, sehingga apa pun yang ditampilkan secara visual, harus disampaikan juga secara verbal. Pembawa acara ini adalah Donald Hyslop, yang terhubung dengan saya melalui jejaring Global Cultural District Network (GCDN), selain juga beliau sebagai Head of Community Partnerships di Tate Modern dan di Better Bankside Cultural District di London; serta Nicole Van Dijk, kurator dan mengepalai program penelitian dan pengembangan di Museum Rotterdam, selain juga Wakil Ketua CAMOC (ICOM Council for City Museums). Selain saya, untuk sesi ke-5 ini, ada juga Paul Howard, kurator di Blackstone Arts Center di NSW, Australia.

Seperti halnya berbagai acara daring lain di musim pandemi ini, It’s Good to Talk juga merupakan upaya agar program-program seni, budaya, dan kreativitas pada umumnya tetap dapat memperoleh saluran ekspresi; dan agar para pelakunya dapat tetap terhubung — bahkan dengan memanfaatkan teknologi yang memungkinkan komunikasi jarak jauh, lintas zona waktu.  

https://youtu.be/tBfGCpW69d8

Di sesi ini, salah satu yang diangkat adalah Bamboo Dome Project, program kerja sama dengan Prof. Takaaki Bando dari Musashino Art University (Jepang) dengan Program Studi Desain Produk ITB tahun 2012. Gagasan dan konsep tentang hunian masa depan,  pemanfaatan material alam dan perlakuan teknologi dengan lebih bijak dan cerdas, serta cara manusia bertahan dan bertumbuh; semuanya terkandung dalam Bamboo Dome Project ini. Sesi ngobrol-ngobrol ini jadi mengingatkan lagi ke masa itu.

Sesi yang sangat menyegarkan ^_^