Monthly Archives: March 2010

Manfaat Limbah Bulu Ayam sebagai Green Material

Slamet Riyadi

"Tujuan dasarnya adalah memperkenalkan materi ramah lingkungan baru yang akan mengurangi sampah, menguntungkan petani dan (nantinya) menggantikan materi dari minyak" - Richard Wool

Bulu-bulu ayam yang terbuang sia-sia pada setiap daging ayam yang dijual di supermarket dan di pasar merupakan salah satu isu global yang ada di hampir setiap negara. Amerika merupakan salah satu negara konsumsi ayam yang
terbanyak hingga mencapai angka 8 juta ayam broiler setiap tahunnya.
Jumlah limbah bulu-bulu ayam yang dihasilkan oleh para industri ternak yaitu antara 2 juta hingga 3 juta pon per tahun. kebanyakan dari mereka membakar limbah tersebut, mengubur sampai mencampurkannya kembali ke dalam pakan ternak–metode tersebut sungguh memakan biaya dan bertentangan.

Download the complete article here

Plastik, Ratu atau Racun Dunia?

Nina Nurviana

Kode untuk produk industri yang sudah disepakati oleh  masyarakat internasional, biasanya ada di bagian bawah botol/wadah plastik

terpanggang sinar matahari, plastik lalu menjadi butiran seperti telur ikan. Butiran itu sering disangka makanan oleh ikan dan Kode untuk produk industri yang sudah disepakati oleh masyarakat internasional, biasanya ada di bagian bawah botol/wadah plastik

Ilmuwan Belgia Leo Hendrik Baekeland (1863-1944) menemukan bakelit pada tahun 1908. Bakelit adalah bahan plastik pertama dari jenis duroplast. Seiring dengan penemuan bakelit muncul pula penemuan baru di bidang kimia, seperti teknik polimerasi unsur karbon. Bakelit yang setelah diolah kini dikenal dengan nama plastik itu mempunyai sifat material yang baik, keunggulannya adalah mudah dibentuk, relatif kuat, bukan penghantar listrik dan murah harganya sehingga sangat sesuai untuk produk konsumsi sehari-hari dan produk rekayasa canggih lainnya. Keturunan bakelit pun bermunculan  sebelum tahun 1945 yaitu nilon, polyester, teflon, silikon, polyuretan, PVC dan lain-lain. Karena keunggulannya, membuat bahan tersebut dapat diaplikasikan ke berbagai produk hampir tanpa batas, bahan plastik menjadi ladang subur bagi penemuan desain baru yang bermanfaat bagi peradaban manusia. Dunia menyambut “Ratu dunia” dengan kegairahan baru, era kayu dan logam menjadi
tersisih.

Download the complete article here

High Line Park, New York

Arianti Ayu Puspita

High Line Park, New York

High Line Park merupakan taman sepanjang 2,33 km yang asalnya adalah jalur untuk kereta barang yang dibangun pada tahun 1930. Terletak di sisi barat Manhattan, New York dengan tinggi 30 kaki. Penggunaan angkutan barang ini tetap berjalan aktif hingga tahun 1980. Karena terbengkalai dan tidak digunakan lagi pada tahun 1990-an, mulai tumbuh rumput-rumput liar dan semak belukar di sepanjang sisi rel kereta api.
Pada tahun 1999 dibentuk sebuah kelompok yang bernama “Friends of the Highline” oleh Robert Hammond dan Joshua David untuk mengusung ide mengubah High Line menjadi jalur hijau. Ide ini terinspirasi dari Promenade plantee di Paris, taman layang yang juga bekas jalur kereta api. Komunitas-komunitas yang menuntut penggunaan lahan publik untuk berjalan kaki pada jalur ini semakin banyak dan teralokasikan pada tahun 2004. Desain dari High Line Park merupakan hasil dari kompetisi antar 720 tim dari 36 negara.

Download the complete article here

INFOGRAFIK, Usulan untuk Desain yang Berkelanjutan dan Desainer yang Berkesadaran

Gamaliel W. Budiharga

Contoh kampanye Hellmann’s dengan menggunakan infografik

Setelah teori evolusi fisik manusia yang diperkenalkan oleh Darwin, rupanya ada bentuk evolusi lain yang terus berlanjut sampai hari ini, yaitu evolusi kesadaran. Mulai dari pemikiran filsafat klasik semenjak Sokrates hingga filsafat kontemporer abad 21, pada dasarnya semuanya menendang kesadaran kita sebagai manusia. Segala praktik
hidup manusia yang sedang berlangsung dipertanyakan dan diuji lewat berbagai macam sudut pandang. Munculnya terminologi desain berkelanjutan (sustainability design) mungkin bisa dimaknai dalam kerangka proses penyadaran tersebut. telah menawarkan segala macam fatamorgana keindahan namun sebenarnya mengandung kanker yang menggerogoti alam dan kemanusiaan kita selama ini.

Download the complete article here

Berkelanjutan dengan Desain Grafis yang Lebih Baik

Senja Aprela Agustin

Kemasan minuman anggur yang bisa disusun kembali menjadi kap lampu yang manis dan estetis

Namanya perancang grafis, karya dan kerjanyanya menghasilkan artefak cetak bagi kehidupan manusia. Di antaranya yang berurusan dengan kertas seperti kemasan, dunia publikasi (buku dan majalah) serta katalog, poster, lembaran promosi. Meskipun jenis baru pengetahuan ini berusia muda, namun keberadaanya mampu mengubah wajah dunia yang disesaki dengan berbagai citraan-citraan gambar yang dikenal dengan budaya visual (visual culture).

Download the complete article here

Tiada Kata Tak Mungkin bagi Perusahaan Industri untuk Berdamai dengan Lingkungan

Qadr Jatsiah Elmir

Contoh produk tas Raflo dari PT. Ekanindya Karsa

Akhir-akhir ini gencar sekali dibicarakan pada berbagai media, seminar, workshop, materi kuliah, bahkan lingkungan bertetangga, mengenai isu global warming – pemanasan global. Namun sebenarnya, seperti apakah ‘makhluk’ yang bernama global warming itu?
Global warming yang jika diindonesiakan maka bermakna ‘pemanasan global’, merupakan sebuah isu lingkungan dengan tujuan utama mengajak manusia-manusia dunia untuk lebih sadar serta peduli akan lingkungan, dengan mengingat kenyataan bahwa bumi sudah semakin panas dan semakin tidak bersahabat. Telah ada sekian banyak bencana alam, yang disadari atau tidak, adalah suatu reaksi alamiah bumi terhadap perilaku manusia-manusianya yang semakin “mengukuhkan diri” sebagai perusak lingkungan. Lingkungan ini tidak hanya menyangkut ‘lingkungan hidup’ yang identik berkisar pada tumbuhan, pohon dan hutan. Namun lebih dari itu, ia berkaitan pula dengan gaya hidup setiap individu. Disadari atau tidak, apapun yang kita lakukan saat ini pastinya akan berdampak pada lingkungan, dan bumi yang kita pijak ini.

Download the complete article here

Limbah Peti Kemas: limbah yang bermasa depan cerah

Meirina Triharini

Penggunaan ulang kontainer bekas

Tahukah Anda, bagaimana caranya mobil buatan Jepang yang Anda miliki sekarang berada di garasi Anda? Atau bagaimana BlackBerry buatan Amerika kini ada di genggaman Anda? Atau bagaimana jeruk Mandarin kini tersaji di meja makan Anda?

Semua benda itu telah melalui perjalanan jauh dari Jepang, Amerika dan Cina untuk dapat sampai ke rumah Anda.

Bukan hanya mobil, telepon genggam atau makanan saja, jika Anda perhatikan dengan seksama benda-benda di sekeliling Anda, semua benda itu juga telah melalui perjalanan panjang untuk bisa sampai di tangan kita.

Download the complete article here

Keunikan Transformasi Kontainer Bekas

Debri Haryndia Putri

Tumpukkan kontainer bekas di Tanjung Perak, Surabaya (Sumber: http://www.bakarasan-community.com, akses tgl 13 Maret 2010)

ISU pemanasan global masih menghangat di segala bidang kehidupan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan bumi, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan. Berbagai fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai produk industri yang inovatif dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Namun, pengembangan material-material yang inovatif ini tidak disertai dengan pemakaiannya pada bangunan baru. Para arsitek dan desainer banyak yang ragu-ragu dalam mencoba material baru tersebut, sebab jika terjadi suatu kesalahan maka akan mengakibatkan kerugian biaya yang cukup besar. Sehingga pemilihan material bangunan sangat terbatas kali dan monoton. Pada dasarnya, tujuan dari pengembangan material bangunan ini adalah mencari material baru yang lebih murah, baik  dalam hal pemasangan, pemeliharaan , dan pengaruhnya pada manusia dan lingkungan.

Click here to download the complete article

Sampah, Masalah yang Tidak Pernah Habis!

Rachmawaty

Proses pembuatan bubur kertas

Resiko bencana alam hingga konservasi biodiversitas menuntut kesadaran masyarakat dalam upaya mengatasi masalah lingkungan di Indonesia. Warga masyarakat terinformasi dan sadar dapat mengambil tindakan untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan dan dapat membentuk kelompok untuk meningkatkan upaya penanganan di tingkat masyarakat kecil hingga pemerintahan. Bila diperhatikan secara lebih seksama, kekuatan untuk memberantas masalah lingkungan belum sepenuhnya tertaman sehingga kurangnya penghargaan yang diberikan terhadap sumber daya alam yang masih tersisa serta pelayanan lingkungan masih terabaikan. Partisipasi dan pengambilan suara keputusan merupakan unsur yang penting dalam penyelenggaraan yang baik. Bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Indonesia memang telah mendorong perhatian yang besar kepada masalah  lingkungan, namun pengkajian lebih lanjut mengenai pengetahuan, sikap dan tindakan konkret masih perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman ini mencapai seluruh lapisan masyarakat serta sarana apa saja yang paling efisien untuk membangun kesadaran dasar ini. Masalah lingkungan di Indonesia diantaranya adalah banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia. Disamping sebagai sumber timbulnya berbagai penyakit, sampah juga menambah masalah dalam hal kelestarian lingkungan. Tidak semua sampah dapat diurai oleh tanah, hanya sampah organik saja yang dapat terurai oleh bakteri dalam tanah, sedangkan sampah anorganik hanya akan terus menumpuk hingga ratusan tahun lamanya. Sebelum masalah lainnya datang, maka sedini mungkin sampah-sampah tersebut harus dikelola agar kita tidak mewariskan milyaran sampah kepada anak cucu nantinya.

Download the complete article here

Water Purifying sebagai Solusi Desain Bangunan Skyscraper di Jakarta

Ni Kadek Yuni Utami

Ciliwung Recovery Program (CRP) sebagai alternatif desain skyscraper di Jakarta

Isu mengenai penurunan kualitas air memang telah lama diperbincangkan. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Jakarta akan mengalami krisis air bersih diatas tahun 2010, diantaranya adalah dosen Program Pascasarjana UI, Setyo S. Moersidik, saat diskusi panel bertajuk “Manajemen Penyediaan dan Distribusi Air Bersih di DKI Jakarta” yang digelar di Gedung Kompas pada tahun 2007. Beliau mengatakan bahwa sampah yang dibuang ke sungai sebesar 70 persen dari total limbah yang masuk ke sungai, atau 1.200 meter kubik (setara 288 ton) sampah setiap harinya. Ditambahkan pula bahwa pada tahun 2010 adalah masa krisis air bagi warga Jakarta. Pasalnya air baku yang menjadi sumber pembuatan air bersih yang layak dikonsumsi masyarakat telah tercemar. Akibatnya perusahaan penyedia air bersih seperti Palyja dan Thames PAM Jaya, kesulitan mencari air baku tadi. Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Dorodjatun Kuntjoro Jakti dalam workshop tingkat nasional Perpamsi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara tahun 2009. Beliau pun menyatakan dengan tegas bahwa Jakarta akan mengalami krisis air bersih akibat pencemaran sungai yang mengakibatkan menurunnya ketersediaan air minum.

Download the complete article here