Author Archives: Tita Larasati

“Envirovolution” Green Tech Competition

poster event envirovolution

U-Green, sebuah unit mahasiswa yang aktivitasnya terfokus ke isu-isu lingkungan dan ekologi, sedang mengadakan sebuah event bernama ENVIROVOLUTION. Di antara event yang terselenggara, terdapat Green Technology Competition, di mana tim dari berbagai perguruan tinggi diundang untuk mengajukan proposal teknologi ‘hijau’. Proposal-proposal yang masuk telah diseleksi hingga terpilih 10 (sepuluh) tim finalis, yang akan mempresentasikan karya mereka (termasuk prototype produk yang mereka ajukan dalam proposal) di hadapan tim juri pada hari Senin minggu depan, 29 Maret 2010. Kesepuluh karya finalis tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tungku Sekam Sebagai Alternatif Energi Rumah Tangga Pedesaan – Institut Pertanian Bogor

2. Mesin Komposter Skala Rumah Tangga – Institut Pertanian Bogor

3. Pengolahan Sampah Organik Skala Komunitas dengan Metode Keranjang Takakura di Desa Legok Hiris – Institut Teknologi Bandung

4. Pemberdayaan Makrozoobentos untuk Pengelolaan Air Sungai (Studi Kasus di Sungai Dawuhan Desa Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang) – Universitas Brawijaya

5. Biosurya (Subur dan Bercahaya): Inisiasi Desa Subur  dan Mandiri Energi Melalui Pengolahan Limbah Salak Pondoh Turi Menjadi Organic Fertilizier dan Bioethanol – Universitas Gadjah Mada

6. Bioetanol dari Limbah Buah Salak Pondoh dan Aplikasinya Sebagai Bahan Bakar Kompor – Universitas Gadjah Mada

7. Pembuatan Nata Jerami Nangka Sebagai Aplikasi Teknologi Pangan Berbasis Sampah Organik – Universitas Negeri Malang

8. Penerapan Teknologi Biogas untuk Pengolahan Limbah Cair Pabrik Tahu Sebagai Sumber Energi Alternatif  Rumah Tangga – Institut Teknologi Bandung

9. Teknologi Pembuatan Kertas Daur Ulang Beraroma Wangi yang Solutif, Aplikatif, dan Ramah Lingkungan – Institut Teknologi Bandung

10. Pemanfaatan Limbah Industri Agar-Agar (Gracilaria sp) Sebagai Bahan Baku Dalam Pembuatan Kertas Berkarakteristik Ramah Lingkungan – Institut Pertanian Bogor

Selamat untuk para tim finalis, mudah-mudahan hasil prototype dari berbagai teknologi ini tidak hanya berhenti sampai pada presentasi nanti, tapi juga dapat direalisasikan demi perbaikan kondisi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk para tim yang tidak masuk final, semoga juga dapat tetap bersemangat dan terus mengembangkan ide dan produk teknologi yang telah ditekuni selama ini. Demi Indonesia yang lebih baik.

Selengkapnya mengenai ENVIROVOLUTION, silakan klik di sini.

Strawberry

Nicolaus Aji Kruhs

Kemasan strawberry segar yang baru dipetik

Semangkok mie yamien yang disajikan lengkap dengan bakso, babat, dan ceker akan menjadi teman nongkrong yang pas di siang hari bersama teman atau kolega kita. Apalagi bila ditemani dengan segelas juice strawberry dingin yang dapat menghilangkan dahaga di hari yang terik. Untuk reader’s yang mungkin sekarang lagi nongkrong di kafe-kafe langganan, dan kebetulan juga lagi ”nyeruput” jus stroberi, coba bayangkan, ketika kita menyerupur jus itu dari gelas ke dalam mulut kita melalui lubang sedotan yang kecil.emhh…sangat nikmat dan menyegarkan bukan? Apalagi waktu butiran-butiran biji stroberi menyentuh permukaan lidah kita dengan rasa kecut sebagai bonus, emhh….sangat terbayang.

Dan untuk reader’s yang sekarang kebetulan lagi duduk di depan komputer kantor, jangan bersedih, karena kita akan membantu untuk berimajinasi tentang sang pahlawan dibalik kenikmatan itu. Ya, sang pahlawan tersebut adalah sang stroberi itu sendiri. Jadi kita akan bahas dari asal mula tanaman rambat ini tumbuh sampai menghasilkan buah, dan diproses hingga bisa kita nikmati, dan juga isu dibalik itu semua, dan fungsi dari limbah stroberi itu sendiri. Yah…soalnya kan sekarang lagi getol-getolnya masalah global warning and so on…and so on…jadi paling nggak, reader’s juga bisa tahu sedikit tentang isu yang lagi ngetrend di dunia ini.

Download the complete article here

Mari Mengurangi Penggunaan Kantong Plastik

Arsaika Widasati

Tas baGoes nylon

Lebih baik menggunakan plastik atau tidak, ya? Apa sih bahan-bahan penyusun plastik? Bagaimana nasib plastik setelah selesai kita gunakan?  Apakah plastik berbahaya? Bagaimana kita menyikapi plastik? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin selalu berputar-putar di dalam benak kita, terutama sejak maraknya pro-kontra penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari hari. Untuk itu, pada hari Jumat 12 Maret 2010, relawan YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi) bekerja sama dengan WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Barat mengadakan acara nonton bareng dan ngobrol tentang plastik. Acara ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mengenai plastik, dari mulai bahan dasar penyusun plastik, pengaruh plastik terhadap lingkungan hingga bagaimana sebaiknya cara kita menyikapi plastik.

Berlokasi di kantor WALHI Jabar, acara ini dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta. Acara ini dimulai dengan pemutaran film, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Film yang diputar merupakan ramuan dari dua film,
yaitu Addicted to Plastic dan The Age of Stupid. Cuplikan-cuplikan dari kedua film yang ditampilkan dalam acara ini berkaitan erat dengan fakta-fakta baru mengenai plastik.

Download the complete article here

Eco-Bridal

Irni Resmi Apriyanti

Desain busana pakaian pengantin yang dapat dipakai dalam 3 sesi

Pernikahan merupakan salah satu bentuk proses kebudayaan, yang tidak dilakukan setiap hari. Proses yang telah disepakati massa sebagai acara sakral, menyatunya dua insan manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu proses menuju pernikahan pada umumnya dilakukan sebaik mungkin, diantaranya mengenai busana pengantin (tradisonal, kontemporer dan modern). Karena pada hakekatnya fungsi busana tidak hanya sebagai penutup tubuh, melainkan menjadi salah satu media komunikasi.

”Kamu bergaya maka kamu ada” merupakan ungkapan mengenai kehidupan manusia yang penuh gaya, tanpa memandang gender, usia, maupun status sosial. Simmel berpendapat bahwa ’arti penting’ perilaku tersebut tidak terletak pada isinya yang khusus, tetapi pada ’bentuknya yang tampil beda, yang membuat orang jadi menonjol’. Hal tersebut menjadikan citra manusia modern ”pesolek” (dandy society) yang mengejar citra visual sesuai yang diinginkan, dan membiarkan mereka menjadi pelaku serta objek konsumsi.

Tidaklah heran, tuntutan akan kebutuhan menutup tubuh, beribadah dan tampil ”cantik” merupakan fenomena dan tantangan bagi desainer dan konsumen untuk menghasilkan karya, berbisnis, dan mengkonsumsi. Fashion dan pakaian merupakan bentuk non verbal dari proses komunikasi, yang mempertukarkan makna dan nilai-nilai, serta apresiasi suatu kelompok dalam mengkontruksikan identitasnya.

Download the complete article here

Penebangan Pohon di Hutan, Produk, Desainer, Limbah & Produk Daur Ulang

Dewi Pugersari

Hasil dari penebangan pohon di hutan

Indonesia merupakan negara yang memiliki tanah yang subur dan iklim tropis, kekayaan alam Indonesia sangatlah beraneka ragam dan berlimpah-ruah. Berbagai jenis tumbuhan berdaya guna tinggi dapat ditemukan dengan mudah di alam ini. Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan yang cukup berpotensi untuk ditanamai berbagai macam pohon, berbagai varietas tumbuhan hidup subur dan berbagai macam satwa menjadikan hutan sebagai tempat hidupnya.
Namun tahukah anda bahwa luas hutan Indonesia terus menciut dari tahun ke tahun? Luas penetapan kawasan hutan oleh departemen kehutanan tahun 1950 sebesar 162,0 juta hektar, 1992, 118,7 juta hektar, 2003, 110,0 juta hektar, dan tahun 2005 hanya 93,92 juta hektar. Data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa sejak tahun 1985-1997 Indonesia telah kehilangan hutan sekitar 1,5 juta hektar setiap tahun dan diperkirakan sekitar 20 juta hutan produksi yang tersisa. FWI dan GFW menganalisa bahwa dalam kurun waktu 50 tahun, luas tutupan hutan Indonesia mengalami penurunan sekitar 40% dari total tutupan hutan di seluruh Indonesia (http://id.wikipedia.org).

Download the complete article here

Artificial Photosynthesis: Energi Masa Depan

Intan Prameswari

Kemacetan dan polusi Jakarta akibat jumlah kendaraan yang terus meningkat

Jakarta adalah salah satu kota dengan tingkat polusi terburuk di dunia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya industry yang mengeluarkan limbah udara di sekitar Jakarta dan banyaknya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta. Sekitar 98 persen dari jumlah kendaraan di Jakarta adalah kendaraan pribadi, dengan demikian kendaraan umum hanya berjumlah sekitar 2 persen dari total kendaraan di Jakarta. Menurut data pemerintah Jakarta pada tahun 2006-2007, pertambahan mobil di Jakarta mencapai 220 per hari. Sedangkan sepeda motor mencapai pertambahan sebesar 897 per hari. Jumlah ini belum termasuk kendaraan-kendaraan dari sekitar Jakarta yang masuk setiap harinya seperti kendaraan dari Bekasi, Depok dan Tangerang. Sementara data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.117 per hari atau sekitar 9 persen per tahun. Tentu saja fenomena ini merupakan sebuah hasil dari system transportasi umum yang tidak memadai. Masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum yang tidak nyaman dan seringkali tidak aman.

Kepadatan kendaraan yang berakibat pada polusi udara kini tidak hanya terjadi di Jakarta, namun mulai merambat pada kota-kota besar lainnya seperti Bandung dan Surabaya. Kendaraan-kendaraan yang digunakan di Indonesia adalah jenis kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak, di mana hasil pembakaran bahan bakar berupa asap menyebabkan polusi. Bahan bakar minyak juga merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dengan pertumbuhan manusia yang demikian cepat, kebutuhan akan transportasi dan energi juga meningkat, sehingga persediaan bahan bakar minyak dunia sebagai bahan bakar utama terus menipis. Telah diprediksi bahwa persediaan bahan bakar minyak akan habis pada tahun 2015. Imbas dari menipisnya persediaan minyak ini telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia dengan melambungnya harga minyak tanah dan bensin.

Download the complete article here

Efek Produksi Kertas terhadap Lingkungan

Derry Falrisya

Proses daur ulang kertas

Pemanasan global, merupakan sebuah isu lingkungan hidup yang sudah sangat sering dikemukakan di mana-mana. Hampir setiap lapisan masyarakat sudah mengerti apa dan bagaimana itu pemanasan global. Namun sama halnya saat kita mencoba satu buah resep makanan. Kita tidak akan berhasil tanpa terus membaca resep nya dengan seksama dan langsung mempraktekkannya di dapur. Begitu pula dengan isu mengenai pemanasan global. Tidak ada gunanya jika kita hanya membaca mengenai pemanasan global tanpa kita perhatikan dengan baik hal-hal apa saja yang dapat meningkatkan dan mengurangi efek dari pemanasan global. Namun semua itu juga percuma jika kita hanya hanya membaca, meresapi, tanpa ada tindakan untuk mempraktekkannya. Dalam 10 tahun ke depan, jika penggunaan fosil energy dan peningkatan emisi karbon ke atmosfir tetap tidak berubah maka kurang lebih 8-10% luas daratan akan berkurang setiap tahunnya, dan dalam 10 tahun sudah dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. dengan kompresi serat yang berasal dari pulp yang dibuat dari kayu cemara atau kayu pinus. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa.

Download the complete article here