Category Archives: indonesian case

existing cases in Indonesia that are actually practices of ‘sustainable’ life style

Limbah Peti Kemas: limbah yang bermasa depan cerah

Meirina Triharini

Penggunaan ulang kontainer bekas

Tahukah Anda, bagaimana caranya mobil buatan Jepang yang Anda miliki sekarang berada di garasi Anda? Atau bagaimana BlackBerry buatan Amerika kini ada di genggaman Anda? Atau bagaimana jeruk Mandarin kini tersaji di meja makan Anda?

Semua benda itu telah melalui perjalanan jauh dari Jepang, Amerika dan Cina untuk dapat sampai ke rumah Anda.

Bukan hanya mobil, telepon genggam atau makanan saja, jika Anda perhatikan dengan seksama benda-benda di sekeliling Anda, semua benda itu juga telah melalui perjalanan panjang untuk bisa sampai di tangan kita.

Download the complete article here

Keunikan Transformasi Kontainer Bekas

Debri Haryndia Putri

Tumpukkan kontainer bekas di Tanjung Perak, Surabaya (Sumber: http://www.bakarasan-community.com, akses tgl 13 Maret 2010)

ISU pemanasan global masih menghangat di segala bidang kehidupan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menghambat pemanasan bumi, perubahan iklim secara ekstrem, dan degradasi kualitas lingkungan. Berbagai fakta akibat pemanasan global mendorong lahirnya berbagai produk industri yang inovatif dalam dunia arsitektur dan bahan bangunan. Namun, pengembangan material-material yang inovatif ini tidak disertai dengan pemakaiannya pada bangunan baru. Para arsitek dan desainer banyak yang ragu-ragu dalam mencoba material baru tersebut, sebab jika terjadi suatu kesalahan maka akan mengakibatkan kerugian biaya yang cukup besar. Sehingga pemilihan material bangunan sangat terbatas kali dan monoton. Pada dasarnya, tujuan dari pengembangan material bangunan ini adalah mencari material baru yang lebih murah, baik  dalam hal pemasangan, pemeliharaan , dan pengaruhnya pada manusia dan lingkungan.

Click here to download the complete article

Sampah, Masalah yang Tidak Pernah Habis!

Rachmawaty

Proses pembuatan bubur kertas

Resiko bencana alam hingga konservasi biodiversitas menuntut kesadaran masyarakat dalam upaya mengatasi masalah lingkungan di Indonesia. Warga masyarakat terinformasi dan sadar dapat mengambil tindakan untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan dan dapat membentuk kelompok untuk meningkatkan upaya penanganan di tingkat masyarakat kecil hingga pemerintahan. Bila diperhatikan secara lebih seksama, kekuatan untuk memberantas masalah lingkungan belum sepenuhnya tertaman sehingga kurangnya penghargaan yang diberikan terhadap sumber daya alam yang masih tersisa serta pelayanan lingkungan masih terabaikan. Partisipasi dan pengambilan suara keputusan merupakan unsur yang penting dalam penyelenggaraan yang baik. Bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Indonesia memang telah mendorong perhatian yang besar kepada masalah  lingkungan, namun pengkajian lebih lanjut mengenai pengetahuan, sikap dan tindakan konkret masih perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman ini mencapai seluruh lapisan masyarakat serta sarana apa saja yang paling efisien untuk membangun kesadaran dasar ini. Masalah lingkungan di Indonesia diantaranya adalah banyaknya sampah yang dihasilkan oleh manusia. Disamping sebagai sumber timbulnya berbagai penyakit, sampah juga menambah masalah dalam hal kelestarian lingkungan. Tidak semua sampah dapat diurai oleh tanah, hanya sampah organik saja yang dapat terurai oleh bakteri dalam tanah, sedangkan sampah anorganik hanya akan terus menumpuk hingga ratusan tahun lamanya. Sebelum masalah lainnya datang, maka sedini mungkin sampah-sampah tersebut harus dikelola agar kita tidak mewariskan milyaran sampah kepada anak cucu nantinya.

Download the complete article here

Water Purifying sebagai Solusi Desain Bangunan Skyscraper di Jakarta

Ni Kadek Yuni Utami

Ciliwung Recovery Program (CRP) sebagai alternatif desain skyscraper di Jakarta

Isu mengenai penurunan kualitas air memang telah lama diperbincangkan. Banyak sumber yang mengatakan bahwa Jakarta akan mengalami krisis air bersih diatas tahun 2010, diantaranya adalah dosen Program Pascasarjana UI, Setyo S. Moersidik, saat diskusi panel bertajuk “Manajemen Penyediaan dan Distribusi Air Bersih di DKI Jakarta” yang digelar di Gedung Kompas pada tahun 2007. Beliau mengatakan bahwa sampah yang dibuang ke sungai sebesar 70 persen dari total limbah yang masuk ke sungai, atau 1.200 meter kubik (setara 288 ton) sampah setiap harinya. Ditambahkan pula bahwa pada tahun 2010 adalah masa krisis air bagi warga Jakarta. Pasalnya air baku yang menjadi sumber pembuatan air bersih yang layak dikonsumsi masyarakat telah tercemar. Akibatnya perusahaan penyedia air bersih seperti Palyja dan Thames PAM Jaya, kesulitan mencari air baku tadi. Pernyataan yang sama diungkapkan oleh Ketua Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Dorodjatun Kuntjoro Jakti dalam workshop tingkat nasional Perpamsi di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara tahun 2009. Beliau pun menyatakan dengan tegas bahwa Jakarta akan mengalami krisis air bersih akibat pencemaran sungai yang mengakibatkan menurunnya ketersediaan air minum.

Download the complete article here

I’m Your Shopping Bag

Logo of Anti Plastic Bag Campaign

Anti Plastic Bag Campaign contains a series of events that were initiated by the Environmental Engineering Student Association (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan/HMTL) of ITB, Bandung. It ended on Saturday, Feb 9th 2008, with performances, awards, exhibitions and a campaign walk. Friendster site of Antiplasticbag Campaign: http://profiles.friendster.com/50754114

Among the events was a non-plastic bag design competition that was held a couple of months before. The intention of this competition (and its result) is to encourage people to bring their own shopping bags, so they don’t have to use (free, flimsy) plastic bags provided by stores or merchants. Therefore, the bag should be compact and attractive. The winning design was put into production and are available for purchase during the campaign, and here’s how it looks:

AntiplasticAntiplasticAntiplasticAntiplasticAntiplasticAntiplastic

Pizza Box: Warung Laos

If you order a pizza-to-go from Warung Laos, you will be pleasantly surprised by the pizza box: it’s not the usual cardboard with colorful graphics and loud information about how you could order more pizzas from them. And you won’t end up feeling guilty about throwing stacks of (stained) paper boards, which have to be cleaned and recycled, using plenty of energy and water resources. Nope. Because their pizza box is made of woven bamboo, the kind you would get in a much smaller size when buying mochi (glutinous rice cake with sweet fillings, a typical ‘souvenir food’ from Bandung).

What’s so great about using woven bamboo box? First, it’s not made of paper; it doesn’t come from a tree so you don’t have to wait tens of years to get another boxes coming. You only have to wait for three years to make new boxes – without any damaging effect to our rain forest! And, producing the boxes, you actually provide jobs for the weavers, because it is all done manually, using basic weaving skills.

Inside, the pizza is covered in bread paper, with prints containing information about the restaurant (to make up for the ‘plain’ package?). Condiments (ketchup and chili sauce) that go with the pizza are not the industrial sachet you’d normally find in fast-food restaurant. Instead, these sauces are packed in a sealed mini plastic sachet. Who knows which version is better for the environment, but the latter one is arguably cheaper.

Last but not least, the pizza itself is a winner: it has crisp thin crust, delicious and generous topping – even unusual ones (banana & blueberry pizza, anyone?). It is, overall, a unique experience. Where else could you find pizza-to-go in a box with personality?

Warung Laos
Jl. Prof. Eyckman 2 (Cihampelas) BANDUNG
Tel: +62 (0)22 203 0516